LHOKSEUMAWE — Pesantren Modern Misbahul Ulum (PMMU) meraih tiga gelar juara dalam perlombaan Milad ke-23 Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur, Paloh Lada, tingkat pesantren se-Aceh tahun 2026. Perlombaan berlangsung pada 19–24 Oktober 2026 di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.
Tiga gelar tersebut diraih oleh grup nasyid acapella Misbah Voice sebagai juara I, Al Ma’hadi Voice sebagai juara III, serta Muhammad Aadil Azzaam yang meraih juara I cabang khattil Qur’an.
Pelatih nasyid acapella PMMU, Ustaz Muhammad Irfan, S.Pd., mengatakan persiapan dilakukan selama latihan dengan menekankan harmonisasi suara, kekompakan vokal, ketepatan tempo, dan perpaduan beatbox. Ia mengingatkan para santri agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan, tetapi juga menjadikan nasyid sebagai sarana menyebarkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui selawat.
“Melalui nasyid yang kita bawakan, kita sudah mengajak umat untuk membumikan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.,” ujarnya.
Anggota Misbah Voice, Muhammad Rayhan Fachrazi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, persiapan mengikuti perlombaan tingkat pesantren se-Aceh berlangsung sekitar dua minggu. Selama proses itu, para anggota menghadapi tantangan berupa sikap individualistis, menjaga keseriusan latihan, dan mengatasi kegugupan saat tampil.
“Di balik semua hadiah atau penghargaan yang kami terima, yang paling penting adalah pengalaman dari setiap perlombaan yang kami lewati,” kata Rayhan.
Sementara itu, peraih juara I khattil Qur’an, Muhammad Aadil Azzaam, menyebut prestasinya sebagai hasil usaha, doa orang tua, serta bimbingan guru. Persiapannya dilakukan melalui latihan rutin, memperbanyak praktik kaligrafi, dan meminta koreksi dari pembimbing.
Aadil berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan berlatih. Ia juga mengingatkan pentingnya tidak cepat berpuas diri agar dapat meraih prestasi pada perlombaan berikutnya.
Keikutsertaan PMMU dalam ajang ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan seni Islami, meningkatkan pengalaman berkompetisi, dan memotivasi diri untuk meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
“kita semua bersyukur, Pendidikan dan kedisiplinan dipesantren telah mengantar kita pada perolehan juara” pungkasnya.